
Honor of Kings Invitational Season 4 (KIS4) resmi berakhir di Jakarta dengan menyuguhkan kompetisi internasional elit, perayaan budaya, dan pengumuman rencana esports Honor of Kings ke depannya.

Turnamen ini mencapai puncaknya dalam laga Grand Final yang mendebarkan. Perwakilan Malaysia, NOVA Esports, sukses mengunci gelar juara KIS4 setelah meredam perlawanan wakil Korea Selatan, Nongshim RedForce. NOVA tampil digdaya dengan merebut momentum sejak awal dan memegang kendali penuh hingga menyapu bersih kemenangan telak 4-0.
Meski Nongshim sempat memberikan perlawanan gigih di gim keempat, NOVA tetap tampil solid untuk menutup turnamen pembuka musim ini dengan kemenangan meyakinkan. Bintang NOVA, Muci, dinobatkan sebagai FMVP berkat performa fenomenalnya di partai puncak.
Bersamaan dengan Invitational, ajang Honor of Kings Women’s Series 3 (KWS3) juga resmi berakhir dengan tim. HYVE asal Filipina yang sukses menyabet gelar juara setelah menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen.
Di babak final, HYVE melibas sang juara bertahan, AG Global dari Malaysia, lewat skor telak 2–0. Kemenangan ini menjadi pesan kuat atas dominasi baru mereka, sekaligus mempertegas pesatnya pertumbuhan ekosistem kompetitif internasional Honor of Kings.

Melalui rangkaian acara in-game National Star: Rise Up dan National Star Challenge, tiga tim perwakilan influencer pun naik ke panggung KIS4. Chanosquad International dari Filipina keluar sebagai yang terbaik di ajang Tri-National Showdown setelah mengunci gelar juara. Sementara itu, wakil Indonesia, Team How Can?, menempati posisi runner-up setelah menunjukkan perlawanan sengit dalam kompetisi lintas negara tersebut.
Baca Juga: Xiaomi SU7 Ultra Siap Taklukkan Lintasan Virtual Gran Turismo 7
Perpaduan Budaya dengan Game yang Kompetitif
Grand Final KIS4 menyulap GBK Basketball Hall menjadi panggung spektakuler yang merayakan identitas budaya Indonesia di kancah global.
Acara dibuka dengan Opening Ceremony memukau yang menghadirkan interpretasi baru pertunjukan bertema Wayang, rangkaian tarian tradisional, serta penampilan live lagu resmi “Forged in Honor” oleh Mukarakat dan INDAHKUS. Kolaborasi ini berhasil memadukan narasi warisan leluhur dengan standar produksi esports modern yang megah.

Para penggemar memadati venue dan menciptakan atmosfer layaknya festival, lengkap dengan kehadiran karnaval di lokasi yang menghadirkan berbagai booth permainan interaktif, kegiatan komunitas, serta pengalaman imersif untuk penggemar.
Kemeriahan memuncak saat sesi half-time yang menampilkan ikon musik Indonesia, Afgan. Penampilan sang bintang sukses memukau seluruh penonton yang hadir di arena dan dunia melalui siaran global.
Esports Honor of Kings Capai Tingkatan Baru di Tahun 2026
Musim kompetisi esports Honor of Kings tahun 2025 telah mencapai skala yang luar biasa, menjangkau lebih dari 124 negara dan wilayah, dengan lebih dari 31.000 tim terdaftar serta melibatkan lebih dari 220.000 peserta turnamen di seluruh dunia.
Melanjutkan momentum besar tersebut, peta jalan kompetisi Honor of Kings tahun 2026 akan memperkenalkan struktur turnamen global yang lebih luas.
Langkah ini dirancang untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi para pemain untuk meniti karier, mulai dari kompetisi tingkat grassroots (akar rumput) hingga ke panggung profesional dan sorotan dunia, termasuk melalui gelaran Open Series dan Campus Series.
Selain itu, Honor of Kings Women’s Series dan Mini Battle kini telah terintegrasi sepenuhnya ke dalam ekosistem esports HOK dan diselaraskan dengan turnamen internasional utama. Saat ini, HOK telah menjangkau tim-tim perempuan di lebih dari 20 wilayah di seluruh dunia.
Liga profesional regional akan berfungsi sebagai pilar kompetitif utama sepanjang tahun di seluruh dunia, seperti IKL, MKL, PKL, CHOKBR, dan KML, dengan musim semi yang akan berlanjut ke Honor of Kings World Cup di Esports World Cup 2026, sementara musim gugur akan berlanjut dengan Honor of Kings International Championship 2026.

Untuk melanjutkan komitmen jangka panjangnya di Indonesia, Honor of Kings juga mengumumkan rencana investasi senilai US$5,9 juta atau sekitar Rp100 miliar untuk ekosistem kreator konten di sepanjang tahun 2026.
Inisiatif ini dilakukan untuk mendukung komunitas lokal serta pertumbuhan talenta, serta mengundang 100 kreator di Indonesia untuk berpartisipasi dalam tur global. Langkah ini juga memposisikan Indonesia sebagai salah satu pilar utama komunitas global Honor of Kings.

Baca Juga: Honor of Kings KIS4: Semua Info yang Kamu Perlu Tau
Tahap Selanjutnya dari Esports Honor of Kings
Honor of Kings kembali ke Esports World Cup dengan KWC di EWC2 yang akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi pada Juli minggu ke-4 sampai Agustus minggu ke-1, dengan total hadiah US$3 juta atau sekira Rp50.6 miliar dan mengumpulkan tim-tim terbaik dunia untuk salah satu turnamen esports global yang paling dinantikan tahun ini.
Di penghujung tahun ini, turnamen Honor of Kings juga akan hadir dalam edisi perdana Esports Nations Cup yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 November 2026 dan ditutup dengan babak playoff final pada 29 November 2026. Kompetisi ini akan mempertemukan 24 tim yang bersaing melalui fase grup dengan format round-robin, dilanjutkan ke babak playoff eliminasi tunggal.
Jalur kualifikasi mencakup sembilan wilayah di seluruh dunia, dengan masing-masing wilayah memperoleh satu slot partisipasi. Wilayah ini meliputi Amerika Utara & Amerika Latin Utara, Amerika Latin Selatan, Eropa Barat, Eropa Timur & Asia Tengah, Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Tenggara & Oseania, Asia Timur, dan Asia Selatan, yang dijadwalkan dari 3 hingga 5 Juli 2026

Honor of Kings pun memperluas jangkauan kompetitif globalnya ke ajang multi-olahraga tradisional dengan tampil sebagai cabang resmi perebutan medali pada Asian Games ke-20 tahun 2026. Partisipasi ini menjadi tonggak penting dalam proses integrasi esports ke dalam ekosistem olahraga global.