
Susunan pertempuran untuk Honor of Kings Invitational Season 4 (KIS4) di Jakarta akhirnya resmi terbentuk. Setelah melewati proses pemilihan grup yang dipimpin oleh dua tim dengan Star Value tertinggi, yaitu Blacklist International dan BOOM Esports, nasib kedelapan tim peserta sekarang sudah ditentukan.
Hasil pembagian grup kali ini sukses bikin para penggemar HOK di Indonesia campur aduk. Skenarionya benar-benar kontras: satu grup isinya pertempuran “berdarah” melawan tim-tim raksasa luar negeri, sementara grup lainnya langsung menyajikan drama derby tim Indonesia alias “Perang Saudara”.
Berikut adalah analisa kekuatan Grup A dan Grup B berdasarkan hasil akhir grouping:
Grup A: Bigetron di “Grup Neraka”
Fokus utama langsung tertuju pada nasib Bigetron by Vitality (BTR). Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di grup ini, Bigetron by Vitality benar-benar harus langsung tancap gas di gigi lima sejak hari pertama. Bagaimana tidak? Mereka dikepung oleh tim-tim yang punya reputasi mengerikan.
Di grup ini, Bigetron by Vitality akan berhadapan dengan:
- Blacklist International (BLCK): Raksasa Filipina yang menjadi top seed turnamen ini. Keputusan mereka memilih Bigetron by Vitality masuk ke kandangnya jelas sinyal bahaya.
- Nova Esports (NOVA): Tim powerhouse asal Malaysia yang konsistensinya tidak perlu diragukan.
- NS RedForce (NS): Tim asal Korea Selatan. Kehadiran tim Korea di esports selalu membawa kewaspadaan ekstra karena disiplin dan mekanik mereka yang presisi.
Bisa dibilang, Grup A adalah definisi “Grup Neraka” sesungguhnya. Bagi Bigetron by Vitality, tidak ada istilah “laga pemanasan”. Setiap pertandingan di fase grup nanti rasanya bakal seberat laga final.
Baca Juga: Level Infinite Umumkan Prize Pool Honor of Kings KIS4
Grup B: Perang Saudara
Beralih ke Grup B, atmosfernya terasa lebih “akrab” namun penuh gengsi. Grup ini menjadi rumah bagi dua wakil Indonesia lainnya, yaitu Dominator Esports (DMT) dan Kagendra (KAGE).
Masuknya Dominator Esport dan Kagendra di satu grup yang sama berarti penonton di GBK nanti bakal disuguhi aksi “Civil War”. Pertemuan ini bakal sangat menarik mengingat sejarah dan rivalitas pemain di antara kedua tim tersebut.
Namun, mereka tidak sendirian. Di grup ini ada BOOM Esports (Filipina) yang bertindak sebagai pemimpin grup, serta Team HAQ (THQ) dari Malaysia. Walaupun di atas kertas Grup B terlihat sedikit lebih “bernapas” dibanding Grup A, ancaman BOOM Esports sebagai pemegang seed tertinggi kedua jelas tidak bisa diremehkan.
Nasib Tim Perwakilan Indonesia

Meskipun format turnamen menyebutkan bahwa tidak ada tim yang pulang di fase grup, posisi akhir di klasemen grup sangatlah berbahaya.
Peringkat di grup akan menentukan lawan mereka di babak Knockout. Jika wakil Indonesia finish di posisi terbawah grup, mereka berisiko langsung bertemu juara grup sebelah di babak gugur.
Baca Juga: Pendaftaran HOK Open Series Split 5 Dibuka
Bagi Bigetron, misi mereka adalah bertahan hidup dan mencuri poin dari para raksasa. Sementara bagi Dominator Esports dan Kagendra, misi mereka adalah membuktikan siapa “Raja Lokal” yang pantas melaju lebih jauh, sambil menahan gempuran BOOM Esport dan Team HAQ.
Pertempuran panas ini akan mulai bergulir pada 31 Januari 2026 di GBK Basketball Hall. Siapa gacoan kalian di fase grup ini?